Minggu, 20 November 2011

renungan kecil-kecilan

Ok guys..

Aku punya sedikit renungan yang tanpa akhir dalam otakku, tapi perlu ku share buat mencari solusi :)

Didalam perjalanan menuju rumah Tuhan di tengah hujan rintik-rintik yang penuh perjuangan, aku membuat sebuah renungan kecil-kecilan yang bersambung hingga duduk di meja tulis dan memandang ke dalam imajinasi.

Langsung saja..


Ya aku menemukan hujan rintik yang penuh perjuangan. Ya.. memang hidup

ini kita harus berjuang. Hari ini aku menemukan sepasang suami-istri membawa barang dagangannya menggunakan sepeda onthel yang mungkin tempat duduk untuk pengendaranya sendiri saja tak kan muat. Si suami menuntun sepeda itu dengan hati-hati agar tak tergelincir, dan si istri membawa kompor minyak yang sudah hitam legam. Si suami tak peduli dengan baju basahnya yang ia pedulikan mungkin adalah mereka cepat pulang sampai rumah. Mungkin sebagian orang cuek, dan mungkin sebagian orang merasa kasihan tetapi rasa kasihanku hanya berlangsung selama 1 menit saja karena sejujurnya saja ada yang melintas dalam benakku. Arti Sebuah Perjuangan. Ada yang bilang, Perjuangan itu butuh pengorbanan maka akan menghasilkan yang disebut penghasilan.

Rasa kasihan itu datang dari rasa ketidak mampuan kita mengerjakan sesuatu sehingga kita menjadi kasihan dan terkadang takjub apa yang telah dilakukan oranglain padahal kita tidak bisa. Tetapi, pernahkah terbayangkan bila sepasang suami-istri itu mengatakan biasa aja tuh mengerjakan semuanya


Pernah aku mewawancarai pengemis (karna tugas lagi hehehe), seorang ibu tua yang berumur 80th. Terkadang memilukan melihat perkerjaanya yang mengemis. Tetapi s

etelah melihat dari cerita ibu pengemis itu, aku menjadi sungguh kagum ketika perjuangan bukanlah perjuangan tetapi keikhlasan hati.

“kenapa ibu menjadi pengemis ?”

“dulu ibu jadi pedagang, tetapi karena kaki ibu sakit jadinya gak bisa berbuat apa-apa.

Ibu sudah tua.

Ibu sudah tidak dikirimi duit lagi ama anak-anak saya.”

“Apa harapan ibu di masa depan nanti ?”

“Ibu pasrah kok, dek. Kalo ndak dapat apa-apa juga gak papa, ibu ikhlas kok. Dan kalau Tuhan berkenan mengambil nyawa ibu sekarang, ibu ikhlas “

Sungguh, terkadang kasihan dengan perjuangan ibu pengemis yang sungguh

berusaha tabah hati dengan segala kesusahan. Tetapi dengan keikhlasan, perjuangan bukanlah perjuangan yang menyeramkan dengan seember keringat atau keberatan hati mengerjakan tetapi rasa kepasrahan pada Tuhan dan keikhlasanlah yang menjadikan perjuangan yang sungguh perjuangan

Ada satu perkataan teman yang membuatku tak akan kasihan hingga aku mampu membahagiakan orang kita kasihani.

“aku kasihan ama bapak itu..”

“jangan kasihan dengannya kalo kamu gak bisa membantu apa-apa orang itu, dia tak butuh kasihanmu tetapi perbuatanmu “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar